

Nama, tempat, dan kontribusi mereka—bukan sekadar catatan kaki.
Halaman ini bukan tentang kami. Ini tentang komunitas penjaga ekosistem yang menentukan setiap keputusan bahan baku yang kami buat.



Tiga komunitas. Tiga ekosistem. Satu model.
Komunitas Dayak Meratus, Kalimantan Selatan
Kelompok Nelayan Bajo, Sulawesi Tengah
Koperasi Petani Hutan, Kerinci, Sumatra
Komunitas pesisir penghasil rumput laut bioaktif. Sistem bagi hasil langsung tanpa perantara, dengan akses layanan kesehatan terikat kontrak.
Koperasi beranggotakan 47 keluarga yang mengelola zona penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat sebagai area produksi dan restorasi sekaligus.
Penjaga hutan rotan selama tiga generasi. Bermitra sejak 2021 untuk pemanenan terukur dengan hak pengelolaan lahan yang terdokumentasi.
30–40%
Pendapatan komunitas tumbuh seiring penjualan—bukan karena donasi.
Porsi harga jual produk akhir yang kembali ke komunitas sumber—rata-rata tiga kali lipat standar industri komoditas tropis.
Setiap mitra menerima persentase tetap dari harga jual produk akhir—bukan dari harga bahan baku saja. Ini berarti ketika produk kami laku lebih banyak, pendapatan komunitas naik secara proporsional.
Persentase tersebut ditetapkan dalam perjanjian tertulis, diaudit setiap tahun oleh pihak ketiga independen, dan dipublikasikan di laporan dampak tahunan kami.
Diaudit secara independen. Dipublikasikan setiap tahun. Tanpa pengecualian.
Hasil kesejahteraan yang kami lacak, bukan yang kami klaim.
Setiap komunitas mitra memiliki indikator kesejahteraan spesifik—akses pendidikan anak, jangkauan layanan kesehatan, dan keamanan kepemilikan lahan—yang dilaporkan setiap tahun secara terbuka.
Tahun lalu: 312 anak dari keluarga mitra mendapat akses pendidikan dasar yang didanai dari bagi hasil. 89% rumah tangga mitra kini memiliki dokumen hak kelola lahan resmi.
